Wanita
Pada saat saya menulis ini, saya sedang memikirkan tentang wanita. Ya sama dengan memikirkan diri saya karena saya juga seorang wanita. Saya merasakan betapa sulitnya menjadi wanita, ya sebagai ibu rumah tangga dan sebagai pekerja.
Sungguh, memadukan dua peran itu ternyata tidak mudah. Saya sangat sangat kagum dengan siapa saja yang mengaku bisa mengatur waktu antara rumah tangga dan pekerjaan.
Di rumah, saya tidak punya pembantu tetap. Pembantu saya datang dua hari dalam seminggu (inilah hebatnya jaman sekarang, pembantu saja sangat mahal harganya, dia hanya bisa datang dua kali dalam seminggu). Dalam ranah industri, apa ada perusahaan yang mau menerima pegawai yang masuk kerja hanya dua hari dalam seminggu? Jelas gak ada kan?
Tapi rumah tangga memang bukan industri. Ini kesimpulan saya sendiri lho. Padahal kalau dipikir apa bedanya rumah tangga dengan perusahaan? Sama –sama perlu tenaga untuk mengurusnya dan sama-sama menghasilkan produk bukan? Produk rumah tangga ya seluruh anggota keluarga. Anggota keluarga bisa bekerja dengan baik bila suasana rumah juga baik-baik aja.
Mungkin, masalah atau dilema wanita akan tetap ada sampai kapan pun. Selama masih ada kehidupan pernikahan di muka bumi ini. Dan semua orang pun tahu bahwa bekerja bagi wanita adalah sebagai upaya untuk mendorong kelancaran industri dalam rumah tangganya. Terlepas dari status ekonomi, mau kelas bawah, menengah atau pun kelas atas.
Saya dan suami pernah bercanda ; “Kalau istri pejabat saja masih merasa perlu bekerja, gimana dengan kita ya pah?” Dan kami pun tertawa, lebih pada mentertawakan diri sendiri.
Bagaimana dengan anda?
Yang pasti, selalu berupaya menjadi lebih baik. Untuk keluarga dan masa depan kita.
Fatal error: Call to undefined function comment_form() in /home/keluarga/public_html/wp-content/themes/magazine-basic/comments.php on line 56