Posts Tagged ‘keluarga harmonis’

  • Keluarga Harmonis, Sumber Kebahagiaan Dalam Hidup

    0

    Siapa di dunia ini yang tidak ingin memiliki keluarga yang harmonis? Siapa pun pasti menginginkannya. Namun ada kalanya kita merasa terganggu dengan masalah-masalah yang muncul, seperti masalah ekonomi, entah karena masalah pekerjaan atau pun urusan bisnis. Orang bilang, uang memang bukan segalanya. Namun segalanya perlu uang.

    Tak dapat dipungkiri hidup memang mutlak membutuhkan uang, dan keharmonisan rumah tangga juga sedikit banyaknya berhubungan dengan uang. Menekuni profesi yang sudah ada sambil mencari peluang usaha guna mendapatkan tambahan penghasilan bisa mulai menjadi bahan pertimbangan bila kondisi keuangan mulai menunjukkan tanda bahaya. Tanda bahaya permasalahan keuangan dalam rumah tangga terlihat bila :

    -Operasional rutin tidak terbayar seperti listrik, air, telepon dan dana pendidikan anak.
    -Angsuran pinjaman mengalami tunggakan.
    -Tidak ada tabungan dan dana rekreasi.
    -Perawatan kendaraan tersendat akibat mahalnya biaya.

  • Keluarga Harmonis

    0

    hubungan pernikahan

    Kita bisa membahagiakan pasangan, atau anggota keluarga yang lain, hanya dengan sebuah kepercayaan. Dan kepercayaan itu bisa lebih mahal dari intan berlian.

  • SALING MENDUKUNG DALAM KARIR

    0

    mendukung-dalam-karir

    Sebelum menikah, suami dan istri adalah seorang individu yang memiliki dunia sendiri. Masing-masing punya hobi, pekerjaan, lingkungan sosial dan keluarga serta kerabat. Adanya pernikahan lalu menyatukan mereka dalam sebuah rumah tangga dengan ikatan hukum yang sah. Bagi beberapa orang, pernikahan membuat beberapa perubahan, misalnya perubahan pekerjaan, tempat tinggal atau hobi. Namun ada pula yang masih sama aktivitasnya, dengan pekerjaannya, dengan hobinya dan lain-lain, hanya saja disisi mereka ada seorang pendamping dan mungkin juga beberapa orang anak.

    Perubahan secara teknis pastilah ada karena penyesuaian dari melajang lalu menikah, tetapi secara substansi, seorang individu pastilah masih perlu untuk menjelaskan kembali identitas dirinya, bagaimana dulu ia bercita-cita dalam karir atau tujuan hidup yang lain.

    Adanya cita-cita ini, selama itu adalah positif dan tidak bertentangan dengan norma, seyogyanya didukung oleh masing-masing pasangan. Suami mendukung karir istri dan sebaliknya. Saling menggali potensi masing-masing agar bisa menjadi pribadi yang terus berkembang secara positif, semakin berkualitas dan sukses dalam menjalani peran dan tugasnya.

    Seorang ahli mengatakan, kadangkala seseorang (istri atau suami) terlena dalam zona aman yang ia rasakan, sehingga seakan lupa akan visi dan misi ke depan. Zona aman karena merasa sudah cukup makan, sandang dan papan. Hingga merasa “tidak butuh apa-apa lagi”, zona aman ini akan membuat seseorang tidak kreatif dan terpacu meningkatkan kualitas diri yang semestinya masih bisa dilalui.

  • Ciri-Ciri Keluarga Harmonis

    0

    jodoh

    Keluarga Harmonis adalah sebuah keluarga yang di dalam hidup kesehariannya berjalan selaras dan seimbang satu dengan lainnya. Selaras artinya masing-masing anggota keluarga memiliki keterikatan hubungan. Seimbang berarti masing-masing anggota keluarga bukan hanya sekedar menerima, tetapi juga memberi.

    Hubungan yang memiliki ikatan batin, dan perilaku saling memberi menerima ini akan membuahkan sebuah situasi keluarga yang memberi rasa bahagia. Bahagia dan kepuasan batin tentunya, karena kebutuhan dasar manusia akan rasa kasing sayang dan hubungan persaudaraan dapat diperoleh.

    Ciri-ciri keluarga harmonis antara lain :

    1. Ada pertemuan rutin.
    Lho kok kaya arisan aja? Ya, sebuah keluarga juga sebuah lembaga, tak ubahnya lembaga lain, haruslah punya waktu rutin untuk bertemu. Memang, setiap hari kita bertemu anggota keluarga lainnya, tapi, kalau bertemu sesaat setelah pulang dari luar rumah (kerja atau sekolah) kemudian tidur dan besok pagi berangkat lagi, begitu seterusnya, kapan ngobrol dari hati ke hati?

    Dunia kerja yang penuh persaingan dan tuntutan ekonomi membuat para anggota keluarga sibuk dengan tugasnya masing-masing. Nah, tentunya sebuah keluarga butuh waktu khusus untuk bertemu. Untuk mencurahkan segala permasalahan atau pun hal-hal lain.

    Pertemuan rutin ini bisa di pagi hari saat sarapan atau sekedar minum kopi, atau sepulang kerja dan malam hari saat semua anggota keluarga berkumpul. Lebih baik lagi bila di hari libur, seluruh keluarga sepakat untuk tidak kemana-mana, tapi berkumpul di rumah untuk masak bersama, misalnya, atau berkebun/mengurus tanaman atau merawat kendaraan. Kalau ada dana lebih, bisa juga berenang di luar atau sekedar jalan-jalan ke luar kota.

    2. Memiliki visi misi bersama

    Pernah lihat film Dora kan? Ingat dialog Dora dan sahabatnya seekor kera saat mereka mencari sesuatu?……mau kemana kita? Gunung, sungai, jembatan………Berhasil….berhasil!!!

    Itulah, sebuah keluarga pun harus punya tujuan yang jelas. Mau kemana? Mau tinggal dimana dalam lima tahun ke depan? Mau kerja apa bila sewaktu-waktu kena PHK? Mau apa kalau sudah pensiun? Bisnis apa yang mau dirintis? Dst….dsb….

    Dengan planning ke depan yang jelas, masing-masing anggota keluarga akan teringat dengan apa yang harus dikerjakan dan apa yang tidak perlu dikerjakan.

    Tujuan yang jelas pun akan memberi arah pada kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh kepala keluarga (suami) dan istri wajib mengingatkan bila ada tindakan-tindakan suami yang sekiranya melenceng dari tujuan yang sudah ditetapkan.

    3. Setia pada pasangan

    Ini dia, di tengah ramainya kasus perceraian selebritis, masalah kesetiaan menjadi masalah yang menarik untuk disimak.
    Apa sebetulnya kesetiaan itu? Kesetiaan adalah kesediaan pasangan untuk tetap menjalani perannya, meski keadaan tidak sesuai harapannya. Misalnya, suami tiba-tiba bangkrut, kehilangan pekerjaan atau masalah anak yang sangat berat.

    Setia menjadi syarat mutlak untuk menciptakan keluarga harmonis. Bukan hanya laki-laki yang harus setia, tapi wanita juga dituntut untuk setia. Setia pada peran dan tanggungjawab yang melekat padanya sebagai istri dan ibu dari anaknya.

    4. Berkorban = Memberi yang terbaik

    Setiap tujuan hidup pasti menemui kendala, hambatan dan rintangan. Disinilah sebuah pengorbanan dituntut. Berkorban untuk memberi lebih banyak waktu, perhatian, pikiran atau pun materi. Apapun yang kita berikan pada anggota keluarga sebenarnya adalah sebuah investasi di akhirat kelak, karena bila kita tulus memberinya, maka itu bisa menjadi ladang amal buat kita.

    5. Memaafkan satu sama lain

    Banyak pasangan sulit memaafkan pasangannya karena kekurangan ataupun kelemahan-kelemahan yang dimiliki pasangannya. Memaafkan akan memberi peluang untuk memperbaiki keadaan dan meneruskan apa yang sudah menjadi kesepakatan bersama.

    Memang tidak semua kesalahan bisa dimaafkan dalam perkawinan, seperti perilaku kecanduan yang sangat parah, KDRT, ataupun perilaku lain yang melanggar hukum.

    6. Mensyukuri nikmat dari Tuhan YME
    Satu hal yang sering dilupakan adalah bersyukur! Terlalu banyak target bisa membuat kita lupa pada apa yang telah kita raih, sehingga kita lupa untuk mensyukuri nikmat dari Tuhan YME pada kita.
    Cobalah anda hitung lagi apa yang setahun atau dua tahun lalu belum dimiliki dan sekarang sudah anda miliki? Bisnis misalnya, atau kendaraan seperti mobil atau asset lain.

    Enam point di atas bisa bertambah lagi, dan semua berpulang pada niat kita untuk menjadi manusia yang diberkahi oleh Allah Swt, sehingga hanya pada tali Allah kita berpegang, juga saat menempuh dan menjalani rumah tangga.

    Akhir kata selamat menjaga dan menikmati perjalanan rumah tangga kita, semoga selalu tercipta keluarga yang harmonis menuju keluarga sakinah!. Amin.

    @www.keluargaharmonis.com

  • Keluarga Harmonis Bukan Impian

    0

    keluargaharmonis

    Setelah sekian lama menikah, saya yakin bahwa keluarga harmonis bukanlah impian semata, artinya bisa benar-benar terwujud asal kita mau meraihnya. Sayangnya, menuju keluarga harmonis tak semudah mengucapkannya. Di awal-awal pernikahan, saya dan mungkin pasangan lain mengalami masa adaptasi yang cukup menguras energi dan pikiran. Apalagi kalau kedua pihak berasal dari latar belakang yang berbeda, seperti pasangan gadis dan duda.

    Yang terpenting adalah kemauan dan kesadaran bersama antara kedua pasangan, untuk bersama-sama menjalani rumah tangga yang harmonis. Bekal pengetahuan dan wawasan, serta selalu ingat pada ajaran-ajaran Allah Swt, akan mempermudah jalan menuju kebahagiaan pernikahan.

    Berikut langkah-langkah untuk mempermudah terciptanya keluarga harmonis :

    1. Menjalani Pernikahan dengan ikhlas, walau terkadang ada hal-hal yang mengecewakan hati.

    2. Selalu belajar dari pengalaman diri sendiri atau pun orang lain, dan berusaha mengantisipasi setiap keadaan.

    3. Menjalin komunikasi yang baik dengan pasangan

    4. Memperbaiki kesalahan-kesalahan kita

    5. Memaafkan dan menghilangkan prasangka buruk