Posts Tagged ‘Pernikahan’

  • Nikah Beda Usia

    0

    Menikah dengan pasangan yang terpaut jauh usia, 10 tahun atau 18 tahun lebih tua, bisa menimbulkan beberapa masalah yang harus disadari oleh pasutri. Apa saja masalah yang bisa muncul? Sex! Ini yang paling mudah ditebak? Bagaimana hubungan sex suami istri yang beda usia? Klik disini………..

  • Ciri-Ciri Keluarga Harmonis

    0

    jodoh

    Keluarga Harmonis adalah sebuah keluarga yang di dalam hidup kesehariannya berjalan selaras dan seimbang satu dengan lainnya. Selaras artinya masing-masing anggota keluarga memiliki keterikatan hubungan. Seimbang berarti masing-masing anggota keluarga bukan hanya sekedar menerima, tetapi juga memberi.

    Hubungan yang memiliki ikatan batin, dan perilaku saling memberi menerima ini akan membuahkan sebuah situasi keluarga yang memberi rasa bahagia. Bahagia dan kepuasan batin tentunya, karena kebutuhan dasar manusia akan rasa kasing sayang dan hubungan persaudaraan dapat diperoleh.

    Ciri-ciri keluarga harmonis antara lain :

    1. Ada pertemuan rutin.
    Lho kok kaya arisan aja? Ya, sebuah keluarga juga sebuah lembaga, tak ubahnya lembaga lain, haruslah punya waktu rutin untuk bertemu. Memang, setiap hari kita bertemu anggota keluarga lainnya, tapi, kalau bertemu sesaat setelah pulang dari luar rumah (kerja atau sekolah) kemudian tidur dan besok pagi berangkat lagi, begitu seterusnya, kapan ngobrol dari hati ke hati?

    Dunia kerja yang penuh persaingan dan tuntutan ekonomi membuat para anggota keluarga sibuk dengan tugasnya masing-masing. Nah, tentunya sebuah keluarga butuh waktu khusus untuk bertemu. Untuk mencurahkan segala permasalahan atau pun hal-hal lain.

    Pertemuan rutin ini bisa di pagi hari saat sarapan atau sekedar minum kopi, atau sepulang kerja dan malam hari saat semua anggota keluarga berkumpul. Lebih baik lagi bila di hari libur, seluruh keluarga sepakat untuk tidak kemana-mana, tapi berkumpul di rumah untuk masak bersama, misalnya, atau berkebun/mengurus tanaman atau merawat kendaraan. Kalau ada dana lebih, bisa juga berenang di luar atau sekedar jalan-jalan ke luar kota.

    2. Memiliki visi misi bersama

    Pernah lihat film Dora kan? Ingat dialog Dora dan sahabatnya seekor kera saat mereka mencari sesuatu?……mau kemana kita? Gunung, sungai, jembatan………Berhasil….berhasil!!!

    Itulah, sebuah keluarga pun harus punya tujuan yang jelas. Mau kemana? Mau tinggal dimana dalam lima tahun ke depan? Mau kerja apa bila sewaktu-waktu kena PHK? Mau apa kalau sudah pensiun? Bisnis apa yang mau dirintis? Dst….dsb….

    Dengan planning ke depan yang jelas, masing-masing anggota keluarga akan teringat dengan apa yang harus dikerjakan dan apa yang tidak perlu dikerjakan.

    Tujuan yang jelas pun akan memberi arah pada kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh kepala keluarga (suami) dan istri wajib mengingatkan bila ada tindakan-tindakan suami yang sekiranya melenceng dari tujuan yang sudah ditetapkan.

    3. Setia pada pasangan

    Ini dia, di tengah ramainya kasus perceraian selebritis, masalah kesetiaan menjadi masalah yang menarik untuk disimak.
    Apa sebetulnya kesetiaan itu? Kesetiaan adalah kesediaan pasangan untuk tetap menjalani perannya, meski keadaan tidak sesuai harapannya. Misalnya, suami tiba-tiba bangkrut, kehilangan pekerjaan atau masalah anak yang sangat berat.

    Setia menjadi syarat mutlak untuk menciptakan keluarga harmonis. Bukan hanya laki-laki yang harus setia, tapi wanita juga dituntut untuk setia. Setia pada peran dan tanggungjawab yang melekat padanya sebagai istri dan ibu dari anaknya.

    4. Berkorban = Memberi yang terbaik

    Setiap tujuan hidup pasti menemui kendala, hambatan dan rintangan. Disinilah sebuah pengorbanan dituntut. Berkorban untuk memberi lebih banyak waktu, perhatian, pikiran atau pun materi. Apapun yang kita berikan pada anggota keluarga sebenarnya adalah sebuah investasi di akhirat kelak, karena bila kita tulus memberinya, maka itu bisa menjadi ladang amal buat kita.

    5. Memaafkan satu sama lain

    Banyak pasangan sulit memaafkan pasangannya karena kekurangan ataupun kelemahan-kelemahan yang dimiliki pasangannya. Memaafkan akan memberi peluang untuk memperbaiki keadaan dan meneruskan apa yang sudah menjadi kesepakatan bersama.

    Memang tidak semua kesalahan bisa dimaafkan dalam perkawinan, seperti perilaku kecanduan yang sangat parah, KDRT, ataupun perilaku lain yang melanggar hukum.

    6. Mensyukuri nikmat dari Tuhan YME
    Satu hal yang sering dilupakan adalah bersyukur! Terlalu banyak target bisa membuat kita lupa pada apa yang telah kita raih, sehingga kita lupa untuk mensyukuri nikmat dari Tuhan YME pada kita.
    Cobalah anda hitung lagi apa yang setahun atau dua tahun lalu belum dimiliki dan sekarang sudah anda miliki? Bisnis misalnya, atau kendaraan seperti mobil atau asset lain.

    Enam point di atas bisa bertambah lagi, dan semua berpulang pada niat kita untuk menjadi manusia yang diberkahi oleh Allah Swt, sehingga hanya pada tali Allah kita berpegang, juga saat menempuh dan menjalani rumah tangga.

    Akhir kata selamat menjaga dan menikmati perjalanan rumah tangga kita, semoga selalu tercipta keluarga yang harmonis menuju keluarga sakinah!. Amin.

    @www.keluargaharmonis.com

  • ARTIKEL CONTOH PERNIKAHAN

    0

    Pernikahan siapakah yang patut dijadikan contoh?

    Saya sempat berpikir bahwa pernikahan adalah sesuatu yang pasti indah, dan remaja pada umumnya membayangkan hal serupa. Seolah-olah pernikahan adalah jawaban atas persoalan mereka. Benarkah demikian?

    Tidak! Saya katakan dengan tegas bahwa menikah itu bukan solusi untuk sebuah masalah, terutama bila masalah yang ada tidak ada kaitannya dengan pernikahan, tapi karena factor kelemahan dari pribadi yang bersangkutan, karena pernikahan itu bukan formula obat atau jalan keluar. Pernikahan ya pernikahan, pernikahan haruslah dipandang sebagai sebuah pernikahan sesuai dengan konteksnya. Salah kalau ada orang yang hidup susah kemudian berpikir bahwa kalau ia menikah dengan orang kaya lalu masalah akan selesai. Mau bukti? Lihatlah Syeh Puji dan istrinya yang baru (yang diberitakan media massa dan jadi perbincangan publik), juga kisah Manohara. Terlepas dari kebenaran cerita ini, seperti yang diduga atau pun dipikirkan oleh orang awam bahwa pernikahan ini karena untuk “menumpang” kenyamanan hidup sebagai orang kaya, apakah tidak menimbulkan masalah? Selengkapnya di halaman Contoh Pernikahan

  • MENIKAH : KARENA CINTA ATAU……?

    0

    Hari ini, seorang teman mengadukan kegundahan hatinya tentang nasib yang menimpa kakaknya. Cerita  ini menjadi bahan diskusi yang menarik antara saya dan suami. Begini ceritanya :

    Kakak teman saya, sebut namanya A, sangat terpukul ketika mengetahui bahwa calon istrinya ternyata bukan seorang gadis, melainkan seorang janda…..Ceritanya, ketika si calon istri ini berumur 17 tahun, ia dinikahkan oleh orang tuanya. Ia menikah siri, dan kemudian bercerai. Namun si gadis ini tidak pernah menceritakan statusnya dengan terus terang.

    Merasa dibohongi, si A berniat untuk membatalkan rencana pernikahannya dengan si Gadis. Dan si Gadis pun mengancam bahwa ia tidak akan menikah seumur hidupnya bila si A ini batal menikahinya.

    Saya dan suami berpendapat sama, bahwa kalau kita mencintai seseorang, terimalah ia apa adanya. Just the way you are……bahasa kerennya….he he he…. Kalau memang si A betul-betul mencintai calon istrinya, ia harus bisa menerima kenyataan itu. Kenyataan bahwa ia menikah dengan janda.

    Rasa sakit hati karena dibohongi bisa dimengerti, siapa sih yang mau dibohongi? Di sini, si Gadis harus bisa menjelaskan alasan kenapa ia tidak berterus-terang, dan harus bisa membuktikan dengan perbuatan seberapa besar ia mencintai calon suaminya, dan tentu saja harus bisa meyakinkan si A bahwa tidak ada lagi kebohongan-kebohongan yang lain.

    Manusia, memang cenderung egois. Begitu pun ketika akan menikah. Ingat dengan tayangan TAKE ME OUT Indonesia? Saat si laki-laki mengatakan ia punya sekian anak, para ladies langsung mematikan lampu tanda tidak berminat. Bahkan ada yang terang-terangan berkata : Paketnya itu Bo, satu aja berat, apalagi tiga! (Baca : Anaknya itu, satu aja berat, apalagi tiga!)

    Ya, memang, enakan menikah dengan lajang, daripada dengan orang yang sudah punya anak, kan?

    Ya, menikah adalah sebuah pilihan. Dan cinta adalah soal hati. Apa pun itu, hendaknya kita selalu berpegang pada Tali Allah Swt.

  • Keluarga Harmonis Bukan Impian

    0

    keluargaharmonis

    Setelah sekian lama menikah, saya yakin bahwa keluarga harmonis bukanlah impian semata, artinya bisa benar-benar terwujud asal kita mau meraihnya. Sayangnya, menuju keluarga harmonis tak semudah mengucapkannya. Di awal-awal pernikahan, saya dan mungkin pasangan lain mengalami masa adaptasi yang cukup menguras energi dan pikiran. Apalagi kalau kedua pihak berasal dari latar belakang yang berbeda, seperti pasangan gadis dan duda.

    Yang terpenting adalah kemauan dan kesadaran bersama antara kedua pasangan, untuk bersama-sama menjalani rumah tangga yang harmonis. Bekal pengetahuan dan wawasan, serta selalu ingat pada ajaran-ajaran Allah Swt, akan mempermudah jalan menuju kebahagiaan pernikahan.

    Berikut langkah-langkah untuk mempermudah terciptanya keluarga harmonis :

    1. Menjalani Pernikahan dengan ikhlas, walau terkadang ada hal-hal yang mengecewakan hati.

    2. Selalu belajar dari pengalaman diri sendiri atau pun orang lain, dan berusaha mengantisipasi setiap keadaan.

    3. Menjalin komunikasi yang baik dengan pasangan

    4. Memperbaiki kesalahan-kesalahan kita

    5. Memaafkan dan menghilangkan prasangka buruk