Selingkuh

Mengapa selingkuh?

Saya gemes dengan berita yang saya baca di Yahoo tentang perselingkuhan antara seorang pengacara dengan klien-nya. Wah, bagaimana ya perasaan istrinya? Ya, memang saya tidak tahu dan tidak  mengenal mereka, tapi berita perselingkuhan itu membuat saya ketakutan, bagaimana kalau saya dalam posisi yang diselingkuhi?

Bicara tentang perselingkuhan selalu menarik, dan saya punya pendapat sendiri tentang perselingkuhan ini. Saya sering mendengar alasan orang selingkuh karena ia tidak mendapatkan kepuasan dari pasangannya entah itu suami atau istri.

Nah, saya bertanya, dulu yang nyuruh nikah sama dia siapa ya? Kan pilih sendiri? Lalu kalau kemudian di tengah perjalanan ada sesuatu yang kurang, ya perbaiki bersama dong. Sama kalau beli mobil baru, anggaplah suami atau istri saat pengantin baru itu sama dengan mobil baru. Mobil baru itu kan enak ya, tapi kalau dipakai lama-lama ya bisa rusak.

Mobil harus diservis, ganti oli, ganti ban, bayar pajak. Yang jelas perlu operasional.

Istri pun begitu pula. Perlu baju, perlu ke salon, ke dokter, makan minum de el el. Kalau ada yang berubah, ya diperbaiki. Perbaikan yang bersifat kasat mata atau pun tidak. Dan semua perbaikan itu menjadi tanggung jawab bersama antara suami istri. Jadi kalau berselingkuh dengan alasan suami atau istri tidak memuaskan, rasanya tidak adil bagi makna pernikahan itu sendiri.

Setuju?

One Response to Selingkuh

  1. Kesibukan Suami Istri
    Kesibukan Suami Istri on 01/20/2010 at 18:27

    [...] Selingkuh [...]


Fatal error: Call to undefined function comment_form() in /home/keluarga/public_html/wp-content/themes/magazine-basic/comments.php on line 56