Sejarah Keluarga

Sebuah penelitian di Amerika (pernah saya baca di Kompas, maaf lupa tanggal dan tahunnya) menunjukkan, bahwa gen seorang ibu ternyata lebih besar pengaruhnya daripada gen seorang ayah dalam menentukan kualitas dari anak-anak yang dilahirkan. Jadi bila ingin punya anak yang cerdas dan pintar, pilihlah istri yang pintar dan cerdas pula.

Ini mengingatkan saya pada falsafah Jawa Bibit Bebet Bobot. Mungkin tiga B ini terdengar kuno, tapi setelah membaca koran tadi saya menjadi maklum dengan falsafah Bibit Bebet Bobot tersebut. Anda boleh percaya boleh tidak.

Dalam http://id.wikiquote.org disebutkan :

  • Arti bibit adalah rupa (harafiah: asal-usul, keturunan atau bibit pula seperti dalam bahasa Indonesia).
  • Arti bebet adalah keluarga, lingkungan, dengan siapa teman-temannya
  • Arti bobot adalah nilai pribadi/ diri yang bersangkutan. Disini termasuk kepribadian, pendidikan dan kepintarannya, pekerjaan juga nilai pribadi seperti gaya hidup dan IMAN.

Saya tertarik dengan bobot. Karena bobot ini masih bisa di upgrade kalau kita mau. Beda dengan bibit dan bebet yang sudah bawaan lahir atau default-nya manusia. Kita kan tidak bisa memilih di keluarga mana kita dilahirkan. Tapi kalau soal bobot yang menyangkut kepribadian dan pendidikan, kita masih bisa berjuang untuk merubahnya menjadi lebih baik.


Fatal error: Call to undefined function comment_form() in /home/keluarga/public_html/wp-content/themes/magazine-basic/comments.php on line 56