• MENIKAH : KARENA CINTA ATAU……?

    Hari ini, seorang teman mengadukan kegundahan hatinya tentang nasib yang menimpa kakaknya. Cerita  ini menjadi bahan diskusi yang menarik antara saya dan suami. Begini ceritanya :

    Kakak teman saya, sebut namanya A, sangat terpukul ketika mengetahui bahwa calon istrinya ternyata bukan seorang gadis, melainkan seorang janda…..Ceritanya, ketika si calon istri ini berumur 17 tahun, ia dinikahkan oleh orang tuanya. Ia menikah siri, dan kemudian bercerai. Namun si gadis ini tidak pernah menceritakan statusnya dengan terus terang.

    Merasa dibohongi, si A berniat untuk membatalkan rencana pernikahannya dengan si Gadis. Dan si Gadis pun mengancam bahwa ia tidak akan menikah seumur hidupnya bila si A ini batal menikahinya.

    Saya dan suami berpendapat sama, bahwa kalau kita mencintai seseorang, terimalah ia apa adanya. Just the way you are……bahasa kerennya….he he he…. Kalau memang si A betul-betul mencintai calon istrinya, ia harus bisa menerima kenyataan itu. Kenyataan bahwa ia menikah dengan janda.

    Rasa sakit hati karena dibohongi bisa dimengerti, siapa sih yang mau dibohongi? Di sini, si Gadis harus bisa menjelaskan alasan kenapa ia tidak berterus-terang, dan harus bisa membuktikan dengan perbuatan seberapa besar ia mencintai calon suaminya, dan tentu saja harus bisa meyakinkan si A bahwa tidak ada lagi kebohongan-kebohongan yang lain.

    Manusia, memang cenderung egois. Begitu pun ketika akan menikah. Ingat dengan tayangan TAKE ME OUT Indonesia? Saat si laki-laki mengatakan ia punya sekian anak, para ladies langsung mematikan lampu tanda tidak berminat. Bahkan ada yang terang-terangan berkata : Paketnya itu Bo, satu aja berat, apalagi tiga! (Baca : Anaknya itu, satu aja berat, apalagi tiga!)

    Ya, memang, enakan menikah dengan lajang, daripada dengan orang yang sudah punya anak, kan?

    Ya, menikah adalah sebuah pilihan. Dan cinta adalah soal hati. Apa pun itu, hendaknya kita selalu berpegang pada Tali Allah Swt.

    Share this nice post:

    Tags: , , ,

Comments are closed.