Pengendalian Organisasi

06/28/2010

Saya dan suami hari ini mendiskusikan tentang kondisi anak buah di kantor yang kelihatannya kok semakin rapuh. Ada yang mengundurkan diri, ada yang bergosip ria, ada yang cari muka de el el. Wah, kondisi ini memang cukup menyedihkan setelah sekian tahun semua pekerjaan nampaknya baik-baik saja.

Saya yang sedang getol belajar manajemen mengusik suami dengan sebuah pendapat : Bagaimana kalau Papah (ehm…panggilan sayang buat suami) mengadakan rakor bulanan? Weh, ini mah istilah di kantor saya dan kurang populer diterapkan di kantor suami yang multi leader dan multi channel he he he…..

Tapi saya menangkap bahwa kendornya semangat kerja di kantor suami karena sistem yang begitu rumit namun kurang penekanan di satu sisi yaitu : Pengendalian. Well, ini istilah dari buku manajemen punya Agung Praptapa dosen saya.

Yap, saya yakin seyakin-yakinnya, faktor pengendalian inilah yang menjadi sebab mengapa sebuah organisasi yang tadinya sukses menjadi demikian rapuh dan perlahan ditinggalkan oleh para pemimpinnya. Masalahnya, organisasi yang rumit, multi leader dan multi channel (kalau yang ini istilah saya sendiri) memang membutuhkan keberanian sendiri untuk tampil menjadi big leader yang meng-handle semua keadaan yang semakin memburuk.

Bersambung……….

Referensi : Agung Praptapa & Pengalaman Pribadi

Tags: ,


Fatal error: Call to undefined function comment_form() in /home/keluarga/public_html/wp-content/themes/magazine-basic/comments.php on line 56