Archive for the ‘Cerita Rumah Tangga’ Category

  • Keluarga Harmonis, Sumber Kebahagiaan Dalam Hidup

    0

    Siapa di dunia ini yang tidak ingin memiliki keluarga yang harmonis? Siapa pun pasti menginginkannya. Namun ada kalanya kita merasa terganggu dengan masalah-masalah yang muncul, seperti masalah ekonomi, entah karena masalah pekerjaan atau pun urusan bisnis. Orang bilang, uang memang bukan segalanya. Namun segalanya perlu uang.

    Tak dapat dipungkiri hidup memang mutlak membutuhkan uang, dan keharmonisan rumah tangga juga sedikit banyaknya berhubungan dengan uang. Menekuni profesi yang sudah ada sambil mencari peluang usaha guna mendapatkan tambahan penghasilan bisa mulai menjadi bahan pertimbangan bila kondisi keuangan mulai menunjukkan tanda bahaya. Tanda bahaya permasalahan keuangan dalam rumah tangga terlihat bila :

    -Operasional rutin tidak terbayar seperti listrik, air, telepon dan dana pendidikan anak.
    -Angsuran pinjaman mengalami tunggakan.
    -Tidak ada tabungan dan dana rekreasi.
    -Perawatan kendaraan tersendat akibat mahalnya biaya.

  • Belanja Baju Dengan Bijak

    0

    Menjelang lebaran tahun ini, tentunya kita ingin tampil secantik dan serapi mungkin. Tak beda dengan tahun-tahun yang lalu, banyak pilihan tempat untuk belanja baju lebaran. Mulai dari kelas obral di swalayan hingga kelas butik yang mahal. Namun dibalik semua itu, tentunya kita harus punya tujuan sendiri sebelum menghabiskan dana untuk berbelanja baju lebaran. Berikut tips yang bisa jadi masukan :

    1. Baju Lebaran kita tahun lalu mungkin masih bisa dipakai tahun ini, tidak masalah. Kita bisa memodifikasi dengan sedikit sentuhan agar tampil berbeda.
    2. Memilih model atau motif baju lebaran yang bisa juga digunakan di kesempatan lainnya misalnya untuk acara di kantor.
    3. Tak ada salahnya memilih harga yang murah. Percaya atau tidak, bila badan kita sudah proposional, baju yang tidak mahal pun bisa nampak bagus dan berkelas saat dikenakan di badan kita.
    4. Jangan terlalu memaksakan model yang sedang ngetrend, karena belum tentu cocok untuk kita.
    5. Bisa menjahit sendiri? Ow, anda punya kesempatan untuk membuat gaun istimewa yang tidak pernah ada di butik manapun.

    Selamat berbelanja.

  • Harmonis dan Bahagia

    0

    keluarga harmonisApa yang sering menjadi masalah anda? Merasa bosankah dengan pasangan? Wah, sulit membayangkan bila itu terjadi. Beberapa orang mengatakan pernah bosan dengan pasangan, dan bagi saya itu sangat mengerikan. Tapi bila memang anda pun merasakan, mungkin tips berikut bisa menjadi pertimbangan.

    1. Pernahkah anda berpikir bahwa di belahan dunia lain, banyak orang kehilangan keluarga, termasuk pasangan hidupnya? Ditinggal istri, suami atau anak. Dan lihatlah di depan anda, pasangan anda masih segar bugar dan selalu bersama anda. Apakah anda masih bisa berkata bosan dengan pasangan?

    2. Berapa teman anda yang masih single sampai saat ini? Meski usia sudah beranjak tua? Bukankah anda beruntung karena diberi pasangan ?

    3. Saat anda sakit dan kesepian, siapa yang menemani anda? Masihkah anda tega untuk berkata bosan?

    Intinya adalah : Anda harus menjaga supaya hubungan tetap harmonis, seimbang antara memberi dan menerima. Maka mustahil anda akan merasa bosan, justru rasa bahagialah yang akan anda rasakan.

  • MENGELOLA RASA CEMBURU

    0

    Bagaimana mengelola rasa cemburu? Apa yang anda lakukan bila anda cemburu? Berikut tips yang bisa kita lakukan :
    1. Komunikasikan pada pasangan anda apa yang tidak disukai dari tingkah laku pasangan, yang sekiranya bisa membuat rasa cemburu itu muncul
    2. Ada yang berpendapat bahwa cemburu itu tidak perlu dan kadang enggan untuk mengakui rasa cemburu, padahal cemburu itu normal dan wajar selama tidak mengganggu hubungan anda dan pasangan
    3. Katakan saja, mengapa tidak? Biarkan pasangan anda tahu perasaan anda, dengan demikian pasangan akan beradaptasi dengan perasaan anda dan perasaan cemburu bisa menjadi sinyal bagi pasangan bahwa ada sesuatu yang harus dibenahi.
    4. Jagalah sikap anda, berusahalah untuk tidak melakukan sesuatu yang tidak pantas.
    5. Berpikir positif !

  • Trend Pekerjaan Di Masa Depan

    0

    Pekerjaan apa yang akan menjadi trend beberapa tahun mendatang? Ada ahli yang mengatakan bahwa akan muncul profesi baru yang saat ini belum dipikirkan orang. Yang pasti anak-anak di masa sekarang harus lebih mengembangkan potensi yang dimilikinya agar mampu menjawab tantangan di masa depan.

  • MENJAWAB RENGEKAN SI KECIL

    0

    Sulit untuk menjelaskan pada si kecil, kondisi keuangan keluarga, apalagi jika usianya masih sangat dini, bagaimana menjelaskan kepada anak ?
    1. Jujur
    Katakan yang sesungguhnya situasi keuangan anda pada si kecil. Biasanya anak bisa memahami penjelasan orang tua, terutama ibu apalagi bila ibu sering menjalin komunikasi dengan anak
    2. Tak Perlu panik atau marah-marah. Bersikaplah tenang.
    3. Beri Reward
    Bila perlu berikan reward kecil sebagai penghargaan atas perilaku baik atau jerih payah anak membantu merapikan rumah.
    4. Ajak Membuat Rencana
    Beritahu anak bahwa saat ini keluarga sedang memiliki keterbatasan ekonomi. Mereka bisa diajak menabung dengan cara menyisihkan sebagian uang saku mereka, atau melakukan pekerjaan di sekitar rumah seperti, membersihkan taman, menyapu dan sebagainya.
    5. Tidak sendiri
    Katakana bahwa tidak cuma mereka kok yang mengalami hal serupa. Orang tua juga harus memangkas pengeluaran mereka, jelaskan juga masih banyak orang lain yang kurang beruntung dari mereka.
    6. Belajarlah Berkata “tidak”
    Sering sekali orang tua langsung saja mengatakan “ya” setiap kali anak merengek meminta sesuatu. Orang tua semacam ini bisanya tak menghitung apakah mereka sanggup mengeluarkan dana untuk membayar harga yang diminta anak. Jika anda terlanjur mengiyakan , jelaskan bahwa anda sudah melakukan kesalahan.
    7. Cari Aktivitas Murah Meriah
    Saya sering mengajak anak untuk terlibat dalam pekerjaan yang ringan namun menyenangkan, sambil berpura-pura menjalani kehidupan orang dewas. Misalnya bermain pura-pura sedang bekerja di kantor dengan membereskan buku-buku yang berserakan, menulis di komputer, memilah kertas yang terpakai dan yang tidak terpakai. Aktivitas ini bisa sejenak menghibur anak dan mengalihkan perhatian dari rengekan yang belum bisa terpenuhi.